Konten
Tampilkan postingan dengan label offset printing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label offset printing. Tampilkan semua postingan

Paperless Bagi Percetakan

| Be the first to comment!
Pada masa lampau, sebelum ditemukan atau diciptakannya kertas, manusia terdahulu menggunakan berbagai media untuk menulis dan mengumpulkan catatannya. Dari lempeng batu, kulit kayu, kulit binatang, ataupun juga gulungan (daun) rontal. Hingga akhirnya cara itu diperlancar dengan adanya kertas. Proses menulis, mencetak dan membaca menjadi lebih dipermudah.

Namun tentu saja kemudahan itu tidak terbebas dari efek sampingannya. Jika dahulu tak terlalu dirasa sumbang perannya, namun sejak beberapa tahun belakangan ini penggunaan media kertas termasuk buku semakin kuat gejalanya untuk dihadapkan pada problem kerusakan lingkungan/hutan. Hal ini mengingat bahan baku utama yang jamak digunakan untuk pembuatan kertas adalah kayu. Meskipun tidak pantas dicap sebagai sumber kerusakan utama, namun penggunaan kertas tetaplah dianggap menyumbang peran dalam penebangan pohon-pohon di hutan (deforestasi). Tak dipungkiri, di samping faktor demografi, industrialisasi yang tanpa kendali memanglah menjadi momok utama kerusakan lingkungan/hutan, dan industri kertas menjadi salah satu bagian di dalamnya.

Disamping gerakan aktifis lingkungan yang boleh dipercayai untuk mengerem laju kerusakan hutan, dalam perkembangannya pemberdayaan sikap/budaya untuk mengimbangi problem di atas juga dilakukan. Didukung dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, menyodorkan pula berbagai penemuan sebagai pilihan. Terutama dalam teknologi informasi, budaya memaksimalkan paperless layak didukung sebagai penyeimbang. Meskipun tentu saja tidak segala bidang dan kegiatan bisa diupayakan dengan paperless, semua sangat tergantung pada situasi dan kondisi yang sedang dijalani. Ada yang cukup dengan media elektronik (email, dan sebagainya) namun tentu saja ada yang “diharuskan” menggunakan kertas itu, terutama yang berkaitan dengan keabsahan. Inti paperless di sini sebenarnya adalah “penghematan”.

Sebagai rangkaian efek selanjutnya adalah dalam dunia media cetak, seperti brosur/flyer/leaflet/katalog, majalah/buku, dsb. Keduanya pun di samping berhadapan dengan isu lingkungan, juga mendapatkan tantangan dari teknologi/media digital/online. Banyak bisnis media cetak/koran/majalah yang berguguran, namun masih banyak pula yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan berbagai inovasi.

Khusus dalam dunia percetakan pun tak mampu menghindar dari tantangan majunya teknologi (digital). Adanya media elektronik diyakini cukup menggerus jumlah pengguna jasa percetakan terutama dalam media kertas. Jika dilihat dari segmen yang tergerus itu, meski tak mutlak, sebagian besar dapat diperkirakan berasal dari pengguna dalam kategori usia “muda”. Sedangkan untuk pembaca dalam golongan tidak muda lagi diyakini lebih berkenan dengan membaca buku-buku cetak/manual/tradisional/kertas.

Sedikit berbeda dengan koran cetak yang dituntut dengan tambahan platformnya yang aktual, peluang buku cetak untuk tetap bertahan/berkembang masih terbuka lebih luas. Hal ini didukung dengan masih adanya segmen pembaca, terutama usia tertentu yang masih lebih menyukai produk dalam bentuk cetak. Terlebih lagi, masih banyak kondisi tertentu yang mendukung pembaca untuk lebih nyaman menggunakan jasa cetak, di banding membaca e-book atau catatan digital di media elektronik. Karena antara media cetak dan media elektronik masing-masing memilik kelebihan dan kelemahan yang tentu saja berpengaruh pada pilihan pembaca (usia, tingkat kelelahan mata, waktu, kenyamanan, suasana membaca, dan lain-lainnya).

Dan ketika di hadapkan pada problem lingkungan dalam hal ini terkait isu deforestasi, maka untuk penggunaan kertas pada umumnya dan buku cetak pada khususnya tetaplah dapat diakomodasi langkah-langkah agar perannya dalam kerusakan lingkungan itu dapat diminimalkan.

Sangat berharap agar industri kertas jeli menanggapi problem ini. Penebangan yang terpola dengan memperhatikan regenerasi pohon sangat-sangat perlu dikedepankan. Tentu saja inovasi/riset untuk selalu mencari bahan baku kertas yang lebih berlimpah dan tak merusak lingkungan harus digalakkan (masih banyak daun kering, enceng gondok, pelepah pisang, dan sebagainya).

Sungguh patut dipuji pilihan untuk memproduksi kertas daur ulang. Pengguna jasa percetakan pun pasti peduli dengan apa yang menjadi bahan baku cetakan yang ia pakai. Tak harus baru/bagus jenis kertas apapun pada buku yang dipegangnya, karena yang penting adalah isi/maksud di dalamnya. Alangkah indahnya ketika membaca buku yang berbahan kertas daur ulang, kreatif dalam desainnya, serta bermanfaat isinya.

Media cetak, media elektronik dan lingkungan/hutan tidak selayaknya “bermusuhan”, mereka dapat “didamaikan”.

Pada masa lampau, sebelum ditemukan atau diciptakannya kertas, manusia terdahulu menggunakan berbagai media untuk menulis dan mengumpulkan catatannya. Dari lempeng batu, kulit kayu, kulit binatang, ataupun juga gulungan (daun) rontal. Hingga akhirnya cara itu diperlancar dengan adanya kertas. Proses menulis, mencetak dan membaca menjadi lebih dipermudah.

Namun tentu saja kemudahan itu tidak terbebas dari efek sampingannya. Jika dahulu tak terlalu dirasa sumbang perannya, namun sejak beberapa tahun belakangan ini penggunaan media kertas termasuk buku semakin kuat gejalanya untuk dihadapkan pada problem kerusakan lingkungan/hutan. Hal ini mengingat bahan baku utama yang jamak digunakan untuk pembuatan kertas adalah kayu. Meskipun tidak pantas dicap sebagai sumber kerusakan utama, namun penggunaan kertas tetaplah dianggap menyumbang peran dalam penebangan pohon-pohon di hutan (deforestasi). Tak dipungkiri, di samping faktor demografi, industrialisasi yang tanpa kendali memanglah menjadi momok utama kerusakan lingkungan/hutan, dan industri kertas menjadi salah satu bagian di dalamnya.

Disamping gerakan aktifis lingkungan yang boleh dipercayai untuk mengerem laju kerusakan hutan, dalam perkembangannya pemberdayaan sikap/budaya untuk mengimbangi problem di atas juga dilakukan. Didukung dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, menyodorkan pula berbagai penemuan sebagai pilihan. Terutama dalam teknologi informasi, budaya memaksimalkan paperless layak didukung sebagai penyeimbang. Meskipun tentu saja tidak segala bidang dan kegiatan bisa diupayakan dengan paperless, semua sangat tergantung pada situasi dan kondisi yang sedang dijalani. Ada yang cukup dengan media elektronik (email, dan sebagainya) namun tentu saja ada yang “diharuskan” menggunakan kertas itu, terutama yang berkaitan dengan keabsahan. Inti paperless di sini sebenarnya adalah “penghematan”.

Sebagai rangkaian efek selanjutnya adalah dalam dunia media cetak, seperti brosur/flyer/leaflet/katalog, majalah/buku, dsb. Keduanya pun di samping berhadapan dengan isu lingkungan, juga mendapatkan tantangan dari teknologi/media digital/online. Banyak bisnis media cetak/koran/majalah yang berguguran, namun masih banyak pula yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan berbagai inovasi.

Khusus dalam dunia percetakan pun tak mampu menghindar dari tantangan majunya teknologi (digital). Adanya media elektronik diyakini cukup menggerus jumlah pengguna jasa percetakan terutama dalam media kertas. Jika dilihat dari segmen yang tergerus itu, meski tak mutlak, sebagian besar dapat diperkirakan berasal dari pengguna dalam kategori usia “muda”. Sedangkan untuk pembaca dalam golongan tidak muda lagi diyakini lebih berkenan dengan membaca buku-buku cetak/manual/tradisional/kertas.

Sedikit berbeda dengan koran cetak yang dituntut dengan tambahan platformnya yang aktual, peluang buku cetak untuk tetap bertahan/berkembang masih terbuka lebih luas. Hal ini didukung dengan masih adanya segmen pembaca, terutama usia tertentu yang masih lebih menyukai produk dalam bentuk cetak. Terlebih lagi, masih banyak kondisi tertentu yang mendukung pembaca untuk lebih nyaman menggunakan jasa cetak, di banding membaca e-book atau catatan digital di media elektronik. Karena antara media cetak dan media elektronik masing-masing memilik kelebihan dan kelemahan yang tentu saja berpengaruh pada pilihan pembaca (usia, tingkat kelelahan mata, waktu, kenyamanan, suasana membaca, dan lain-lainnya).

Dan ketika di hadapkan pada problem lingkungan dalam hal ini terkait isu deforestasi, maka untuk penggunaan kertas pada umumnya dan buku cetak pada khususnya tetaplah dapat diakomodasi langkah-langkah agar perannya dalam kerusakan lingkungan itu dapat diminimalkan.

Sangat berharap agar industri kertas jeli menanggapi problem ini. Penebangan yang terpola dengan memperhatikan regenerasi pohon sangat-sangat perlu dikedepankan. Tentu saja inovasi/riset untuk selalu mencari bahan baku kertas yang lebih berlimpah dan tak merusak lingkungan harus digalakkan (masih banyak daun kering, enceng gondok, pelepah pisang, dan sebagainya).

Sungguh patut dipuji pilihan untuk memproduksi kertas daur ulang. Pengguna jasa percetakan pun pasti peduli dengan apa yang menjadi bahan baku cetakan yang ia pakai. Tak harus baru/bagus jenis kertas apapun pada buku yang dipegangnya, karena yang penting adalah isi/maksud di dalamnya. Alangkah indahnya ketika membaca buku yang berbahan kertas daur ulang, kreatif dalam desainnya, serta bermanfaat isinya.

Media cetak, media elektronik dan lingkungan/hutan tidak selayaknya “bermusuhan”, mereka dapat “didamaikan”.

CMYK

| Be the first to comment!
Cyan Magenta Yellow Key, atau sering disingkat sebagai CMYK adalah proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan.

Tinta process cyan, process magenta, process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan akurat sehingga menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu saat diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali.
Sistem CMYK juga digunakan oleh banyak printer kelas bawah karena keekonomisannya.

CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan warna utamanya (black-hitam), dan seringkali dijadikan referensi sebagai suatu proses pewarnaan dengan mempergunakan empat warna) adalah bagian dari model pewarnaan yang sering dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Namun ia juga dipergunakan untuk menjelaskan proses pewarnaan itu sendiri. Meskipun berbeda-beda dari setiap tempat pencetakan, operator surat khabar, pabrik surat khabar dan pihak-pihak yang terkait, tinta untuk proses ini biasanya, diatur berdasarkan urutan dari singkatan tersebut.

Model ini, baik sebagian ataupun keseluruhan, biasanya ditimpakan dalam gambar dengan warna latar putih (warna ini dipilih, dikarenakan dia dapat menyerap panjang struktur cahaya tertentu). Model seperti ini sering dikenal dengan nama "subtractive", karena warna-warnanya mengurangi warna terang dari warna putih.

Dalam model yang lain "additive color", seperti halnya RGB (Red-Merah, Green-Hijau, Blue-Biru), warna putih menjadi warna tambahan dari kombinasi warna-warna utama, sedangkan warna hitam dapat terjadi tanpa adanya suatu cahaya. Dalam model CMYK, berlaku sebaliknya: warna putih menjadi warna natural dari kertas atau warna latar, sedangkan warna hitam adalah warna kombinasi dari warna-warna utama. Untuk menghemat biaya untuk membeli tinta, dan untuk menghasilkan warna hitam yang lebih gelap, dibuatlah satu warna hitam khusus yang menggantikan warna kombinasi dari cyan, magenta dan kuning.

Cyan Magenta Yellow Key, atau sering disingkat sebagai CMYK adalah proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan.

Tinta process cyan, process magenta, process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan akurat sehingga menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu saat diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali.
Sistem CMYK juga digunakan oleh banyak printer kelas bawah karena keekonomisannya.

CMYK (adalah kependekan dari cyan, magenta, yellow-kuning, dan warna utamanya (black-hitam), dan seringkali dijadikan referensi sebagai suatu proses pewarnaan dengan mempergunakan empat warna) adalah bagian dari model pewarnaan yang sering dipergunakan dalam pencetakan berwarna. Namun ia juga dipergunakan untuk menjelaskan proses pewarnaan itu sendiri. Meskipun berbeda-beda dari setiap tempat pencetakan, operator surat khabar, pabrik surat khabar dan pihak-pihak yang terkait, tinta untuk proses ini biasanya, diatur berdasarkan urutan dari singkatan tersebut.

Model ini, baik sebagian ataupun keseluruhan, biasanya ditimpakan dalam gambar dengan warna latar putih (warna ini dipilih, dikarenakan dia dapat menyerap panjang struktur cahaya tertentu). Model seperti ini sering dikenal dengan nama "subtractive", karena warna-warnanya mengurangi warna terang dari warna putih.

Dalam model yang lain "additive color", seperti halnya RGB (Red-Merah, Green-Hijau, Blue-Biru), warna putih menjadi warna tambahan dari kombinasi warna-warna utama, sedangkan warna hitam dapat terjadi tanpa adanya suatu cahaya. Dalam model CMYK, berlaku sebaliknya: warna putih menjadi warna natural dari kertas atau warna latar, sedangkan warna hitam adalah warna kombinasi dari warna-warna utama. Untuk menghemat biaya untuk membeli tinta, dan untuk menghasilkan warna hitam yang lebih gelap, dibuatlah satu warna hitam khusus yang menggantikan warna kombinasi dari cyan, magenta dan kuning.

Sisi Lain Definisi Percetakan

| Be the first to comment!
Iklan atau periklanan adalah bentuk komunikasi untuk pemasaran dan digunakan untuk mendorong, membujuk, atau memanipulasi penonton (pemirsa, pembaca atau pendengar, kadang-kadang kelompok tertentu) untuk melanjutkan atau mengambil beberapa tindakan baru. Umumnya, hasil yang diinginkan adalah untuk mengarahkan perilaku konsumen sehubungan dengan suatu penawaran komersial, meskipun iklan politik dan ideologi juga umum. Jenis pekerjaan ini termasuk dalam kategori yang disebut tenaga kerja afektif.

Dalam bahasa Latin, ad vertere berarti "untuk mengubah arah." Tujuan dari iklan juga mungkin untuk meyakinkan karyawan atau pemegang saham bahwa perusahaan layak atau sukses. Pesan iklan biasanya dibayar oleh sponsor dan dilihat melalui berbagai media tradisional, termasuk media massa seperti koran, majalah, iklan televisi, iklan radio, iklan luar ruang atau surat langsung, atau media baru seperti blog, website atau pesan teks.

Pengiklan Komersial seringkali mencari untuk menghasilkan peningkatan konsumsi produk atau jasa mereka melalui "branding" yang melibatkan menghubungkan nama produk atau gambar dengan kualitas tertentu dalam benak konsumen. Pengiklan non-komersial yang menghabiskan uang untuk mengiklankan barang-barang lainnya dari produk konsumen atau jasa termasuk partai politik, kelompok kepentingan, organisasi keagamaan dan lembaga pemerintah. Nirlaba organisasi dapat mengandalkan mode bebas dari persuasi, seperti pengumuman layanan publik (PSA).

Periklanan modern diciptakan dengan teknik inovatif diperkenalkan dengan iklan rokok pada tahun 1920, yang paling signifikan dengan kampanye Edward Bernays, yang sering dianggap sebagai pendiri modern, Madison Avenue Advertising.

Pada tahun 2010 , belanja iklan diperkirakan $142.500.000.000 di Amerika Serikat dan $467.000.000.000 di seluruh dunia. Secara internasional, yang terbesar (empat besar) konglomerat periklanan Interpublic, Omnicom, Publicis, dan WPP.

Iklan atau periklanan adalah bentuk komunikasi untuk pemasaran dan digunakan untuk mendorong, membujuk, atau memanipulasi penonton (pemirsa, pembaca atau pendengar, kadang-kadang kelompok tertentu) untuk melanjutkan atau mengambil beberapa tindakan baru. Umumnya, hasil yang diinginkan adalah untuk mengarahkan perilaku konsumen sehubungan dengan suatu penawaran komersial, meskipun iklan politik dan ideologi juga umum. Jenis pekerjaan ini termasuk dalam kategori yang disebut tenaga kerja afektif.

Dalam bahasa Latin, ad vertere berarti "untuk mengubah arah." Tujuan dari iklan juga mungkin untuk meyakinkan karyawan atau pemegang saham bahwa perusahaan layak atau sukses. Pesan iklan biasanya dibayar oleh sponsor dan dilihat melalui berbagai media tradisional, termasuk media massa seperti koran, majalah, iklan televisi, iklan radio, iklan luar ruang atau surat langsung, atau media baru seperti blog, website atau pesan teks.

Pengiklan Komersial seringkali mencari untuk menghasilkan peningkatan konsumsi produk atau jasa mereka melalui "branding" yang melibatkan menghubungkan nama produk atau gambar dengan kualitas tertentu dalam benak konsumen. Pengiklan non-komersial yang menghabiskan uang untuk mengiklankan barang-barang lainnya dari produk konsumen atau jasa termasuk partai politik, kelompok kepentingan, organisasi keagamaan dan lembaga pemerintah. Nirlaba organisasi dapat mengandalkan mode bebas dari persuasi, seperti pengumuman layanan publik (PSA).

Periklanan modern diciptakan dengan teknik inovatif diperkenalkan dengan iklan rokok pada tahun 1920, yang paling signifikan dengan kampanye Edward Bernays, yang sering dianggap sebagai pendiri modern, Madison Avenue Advertising.

Pada tahun 2010 , belanja iklan diperkirakan $142.500.000.000 di Amerika Serikat dan $467.000.000.000 di seluruh dunia. Secara internasional, yang terbesar (empat besar) konglomerat periklanan Interpublic, Omnicom, Publicis, dan WPP.

Continuous Form

Be the first to comment!
Continuous Form adalah kertas yang sambung-menyambung secara berlipat-lipat dengan garis perforasi (garis putus-putus) dan lubang di tepi kanan dan kirinya / punch hole. Continuous form yang biasa digunakan memiliki ukuran 91/2 inch x 11 inch dan terdapat 1 ply s/d 6 ply (rangkap). Sinara Digital Printing memproduksi continuous form dengan kualitas prima, baik dari segi cetakan maupun bahan yang kami pergunakan. Kertas komputer kami telah banyak dipakai oleh banyak perusahaan besar di Indonesia, baik perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah.

Continuous Form adalah kertas yang sambung-menyambung secara berlipat-lipat dengan garis perforasi (garis putus-putus) dan lubang di tepi kanan dan kirinya / punch hole. Continuous form yang biasa digunakan memiliki ukuran 91/2 inch x 11 inch dan terdapat 1 ply s/d 6 ply (rangkap). Sinara Digital Printing memproduksi continuous form dengan kualitas prima, baik dari segi cetakan maupun bahan yang kami pergunakan. Kertas komputer kami telah banyak dipakai oleh banyak perusahaan besar di Indonesia, baik perusahaan swasta maupun perusahaan milik pemerintah.

Perbedaan Offset dengan Digital

| Be the first to comment!

Perkembangan menggunakan cetak dengan Digital Print telah membuat kemajuan yang pesat terhadap persaingan dengan system cetak offset.
Pemahaman tentang keuntungan dan kerugian antara menggunakan cara pencetakan digital dengan pencetakan offset sangat penting untuk menentukan suatu pilihan yang tepat.

Pencetakan Offset

Adalah cara pencetakan untuk volume tinggi dan secara umum telah dilakukan untuk keperluan komersial. Ciri khas dalam cetak offset yaitu  diperlukan penggunaan Film dan Plat cetak (alumunium Plate) yang akan dimanfaatkan sebagai media transfer dokumen yang hendak dicetak ke permukaan media kertas, plastik, dll. dan dokumen yang akan dicetak diisi tinta dari roll mesin.
Percetakan offset memiliki harga yang cukup tinggi jika volume pencetakan dalam kategori sedikit, karena percetakan offset memerlukan pelat & Film. Satu pelat mewakili satu bidang dokumen, satu warna dan jenis. Semakin banyak jenis dokumen dan warna yang digunakan, jumlah biaya yang harus dibayar pun semakin besar. Selain pelat, harga percetakan offset juga ditentukan oleh jenis kertas, paduan warna, ukuran kertas dan kualitas warna.
  • Hasil cetak pada kualitas warna adalah jauh lebih tahan lama (tidak cepat pudar) dibandingkan menggunakan print digital.
  • Harga Pencetakan dalam kuantitas banyak akan jauh lebih murah dibandingkan digital print.
  • Dapat melakukan pencetakan di berbagai permukaan jenis media kertas yang tidak dapat di lakukan oleh mesin digital, seperti dapat mencetak dalam ketebalan kertas sampai 400gr, mampu mencetak pada bidang bermotif seperti Samson, Embossed /Engrave Paper, kertas recycle, dapat mencetak diatas kertas ukuran sampai 100 x 70 cm.
  • Dapat mencetak pada bidang kertas yang relatif tipis seperti yang sering digunakan untuk Buku Nota NCR, HVS & Dorslag
  • Dapat menggunakan tinta berjenis Emas, Silver dan bilamana mencetak dengan warna gradasi Abu-abu (Grayscale) maka hasil akan jauh lebih akurat dari pencetakan digital.
  • Dapat mencetak dengan tinta Full Block dengan hasil yang tajam dan merata. Pencetakan tinta dengan cara block ini sering dipergunakan untuk pembuatan design type negatif.

Digital Printing

Pencetakan dengan menggunakan digital printing adalah kebalikan dari proses pencetakan Offset, dimana cara Digital print ini tidak diperlukan pelat dan film sehingga harganya tidak diukur dari bahan tersebut. Digital printing terhitung lebih murah daripada percetakan offset untuk pencetakan dalam volume jumlah sedikit. Pencetakan dengan Print digital ini dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat daripada menggunakan cara offset.
  • Desain grafik yang anda buat bisa dicetak langsung sesuai dengan keinginan. Jaminan hasil akan ketajaman dan kejernihan warna gambar dan tulisan adalah ditentukan oleh kualitas desain yang anda buat. Perlu di catat bahwa semua desain yang anda buat haruslah dalam format warna CMYK.
  • Waktu yang diperlukan untuk mencetak sangat singkat namun ini tergantung dengan banyaknya/jumlah cetakan.
  • Biaya produksi lebih murah dibandingkan cara cetak lain terutama untuk jumlah yang sedikit.
  • Percetakan dengan cara digital printing merupakan cara percetakan yang lebih ramah lingkungan dari pada cara percetakan yang lain karena proses digital printing merupakan proses percetakan yang paling hemat dalam menggunakan kertas, tinta dan yang lainnya.

Jika anda mempunyai budget yang relatif kecil, maka pemilihan cetak Digital Print adalah pilihan yang tepat untuk pencetakan dalam jumlah sedikit.
Sedangkan untuk hasil, tidak ada perbedaan yang signifikan untuk hasil percetakan offset dan digital printing.


Perkembangan menggunakan cetak dengan Digital Print telah membuat kemajuan yang pesat terhadap persaingan dengan system cetak offset.
Pemahaman tentang keuntungan dan kerugian antara menggunakan cara pencetakan digital dengan pencetakan offset sangat penting untuk menentukan suatu pilihan yang tepat.

Pencetakan Offset

Adalah cara pencetakan untuk volume tinggi dan secara umum telah dilakukan untuk keperluan komersial. Ciri khas dalam cetak offset yaitu  diperlukan penggunaan Film dan Plat cetak (alumunium Plate) yang akan dimanfaatkan sebagai media transfer dokumen yang hendak dicetak ke permukaan media kertas, plastik, dll. dan dokumen yang akan dicetak diisi tinta dari roll mesin.
Percetakan offset memiliki harga yang cukup tinggi jika volume pencetakan dalam kategori sedikit, karena percetakan offset memerlukan pelat & Film. Satu pelat mewakili satu bidang dokumen, satu warna dan jenis. Semakin banyak jenis dokumen dan warna yang digunakan, jumlah biaya yang harus dibayar pun semakin besar. Selain pelat, harga percetakan offset juga ditentukan oleh jenis kertas, paduan warna, ukuran kertas dan kualitas warna.
  • Hasil cetak pada kualitas warna adalah jauh lebih tahan lama (tidak cepat pudar) dibandingkan menggunakan print digital.
  • Harga Pencetakan dalam kuantitas banyak akan jauh lebih murah dibandingkan digital print.
  • Dapat melakukan pencetakan di berbagai permukaan jenis media kertas yang tidak dapat di lakukan oleh mesin digital, seperti dapat mencetak dalam ketebalan kertas sampai 400gr, mampu mencetak pada bidang bermotif seperti Samson, Embossed /Engrave Paper, kertas recycle, dapat mencetak diatas kertas ukuran sampai 100 x 70 cm.
  • Dapat mencetak pada bidang kertas yang relatif tipis seperti yang sering digunakan untuk Buku Nota NCR, HVS & Dorslag
  • Dapat menggunakan tinta berjenis Emas, Silver dan bilamana mencetak dengan warna gradasi Abu-abu (Grayscale) maka hasil akan jauh lebih akurat dari pencetakan digital.
  • Dapat mencetak dengan tinta Full Block dengan hasil yang tajam dan merata. Pencetakan tinta dengan cara block ini sering dipergunakan untuk pembuatan design type negatif.

Digital Printing

Pencetakan dengan menggunakan digital printing adalah kebalikan dari proses pencetakan Offset, dimana cara Digital print ini tidak diperlukan pelat dan film sehingga harganya tidak diukur dari bahan tersebut. Digital printing terhitung lebih murah daripada percetakan offset untuk pencetakan dalam volume jumlah sedikit. Pencetakan dengan Print digital ini dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat daripada menggunakan cara offset.
  • Desain grafik yang anda buat bisa dicetak langsung sesuai dengan keinginan. Jaminan hasil akan ketajaman dan kejernihan warna gambar dan tulisan adalah ditentukan oleh kualitas desain yang anda buat. Perlu di catat bahwa semua desain yang anda buat haruslah dalam format warna CMYK.
  • Waktu yang diperlukan untuk mencetak sangat singkat namun ini tergantung dengan banyaknya/jumlah cetakan.
  • Biaya produksi lebih murah dibandingkan cara cetak lain terutama untuk jumlah yang sedikit.
  • Percetakan dengan cara digital printing merupakan cara percetakan yang lebih ramah lingkungan dari pada cara percetakan yang lain karena proses digital printing merupakan proses percetakan yang paling hemat dalam menggunakan kertas, tinta dan yang lainnya.

Jika anda mempunyai budget yang relatif kecil, maka pemilihan cetak Digital Print adalah pilihan yang tepat untuk pencetakan dalam jumlah sedikit.
Sedangkan untuk hasil, tidak ada perbedaan yang signifikan untuk hasil percetakan offset dan digital printing.

Harga Cetak Brosur

| Be the first to comment!
Untuk kegiatan promosi untuk mengenalkan produk suatu perusahaan atau untuk memperkenalkan perusahaan itu sendiri, salah satunya melalui media cetak. Media cetak yang dibuat yaitu, company profile, poster, brosur, leaflet, sticker dan lain-lain. Untuk estimasi harga cetak brosur kami rincikan sebagai berikut:


ART PAPER 120 GR
Uk a5 (15 x 21 cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
2.000 lembar
850.000.- (@425,-)
1.000.000.- (@500,-)
2
4.000 lembar
900.000.- (@225,-)
1.040.000.- (@270,-)
3
6.000 lembar
1.140.000.- (@190,-)
1.320.000.- (@220,-)
4
8.000 lembar
1.300.000.- (@175,-)
1.480.000.- (@185,-)
5
10.000 lembar
1.450.000.- (@145,-)
1.600.000.- (@160,-)
6
12.000 lembar
1.620.000.- (@135,-)
1.800.000.- (@150,-)
7
14.000 lembar
1.750.000.- (@125,-)
1.960.000.- (@140,-)
8
16.000 lembar
1.920.000.- (@120,-)
2.080.000.- (@130,-)
9
18.000 lembar
2.070.000.- (@115,-)
2.250.000.- (@125,-)
10
20.000 lembar
2.200.000.- (@110,-)
2.400.000.- (@120,-)
11
40.000 lembar
4.000.000,- (@100,-)
4.400.000,- (@110,-)
12
60.000 lembar
5.700.000,- (@95,-)
6.000.000,- (@100,-)
13
100.000 lembar
8.500.000,- (@85,-)
9.500.000,- (@95,-)
ART PAPER 120 GR
Uk a4 (21x29.7 cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
850.000.- (@850,-)
1.000.000.- (@1.000,-)
2
2.000 lembar
900.000.- (@450,-)
1.050.000.- (@525,-)
3
3.000 lembar
1.150.000.- (@385,-)
1.300.000.- (@435,-)
4
4.000 lembar
1.300.000.- (@325,-)
1.450.000.- (@365,-)
5
5.000 lembar
1.450.000.- (@290,-)
1.600.000.- (@320,-)
6
6.000 lembar
1.620.000.- (@270,-)
1.770.000.- (@295,-)
7
7.000 lembar
1.750.000.- (@250,-)
1.900.000.- (@270,-)
8
8.000 lembar
1.880.000.- (@235,-)
2.030.000.- (@255,-)
9
9.000 lembar
2.070.000.- (@230,-)
2.200.000.- (@245,-)
10
10.000 lembar
2.200.000.- (@220,-)
2.400.000.- (@240,-)
11
20.000 lembar
3.900.000,- (@195,-)
4.700.000,- (@235,-)
12
30.000 lembar
5.550.000,- (@185,-)
6.450.000,- (@215,-)
13
50.000 lembar
8.750.000,- (@175,-)
10.250.000,- (@205,-)
Untuk Art 120 gr, tidak bisa finishing UV varnish
ART PAPER 150 GR
Uk a4 (21x29.7 cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
900.000.- (@900,-)
1.050.000.- (@ 1.050,-)
2
2.000 lembar
1.100.000.- (@550,-)
1.250.000.- (@625,-)
3
3.000 lembar
1.245.000.- (@415,-)
1.410.000.- (@470,-)
4
4.000 lembar
1.460.000.-(@365,-)
1.600.000.- (@400,-)
5
5.000 lembar
1.625.000.- (@325,-)
1.775.000.- (@355,-)
6
6.000 lembar
1.800.000.- (@300,-)
1.950.000.- (@325,-)
7
7.000 lembar
1.960.000.- (@280,-)
2.100.000.- (@300,-)
8
8.000 lembar
2.160.000.- (@270,-)
2.320.000.- (@290,-)
9
9.000 lembar
2.340.000.- (@260,-)
2.520.000.- (@280,-)
10
10.000 lembar
2.500.000.- (@250,-)
2.650.000.- (@265,-)
11
20.000 lembar
4.600.000,- (@230,-)
4.900.000.- (@245,-)
12
30.000 lembar
6.600.000,- (@220,-)
7.050.000.- (@235,-)
13
50.000 lembar
10.500.000,- (@210,-)
11.250.000.- (@225,-)
Finishing UV varnish tambah Rp. 50,-/ per lembar untuk satu muka,
Rp. 100,- per lembar untuk dua muka
ART PAPER 120 GR
Uk a3 (29.7 x 42cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
1.000.000.- (@1.000,-)
1.750.000.- (@1.750.-)
2
2.000 lembar
1.300.000.- (@625,-)
2.000.000.- (@1.000.-)
3
3.000 lembar
1.575.000.- (@525,-)
2.325.000.- (@775.-)
4
4.000 lembar
2.120.000.- (@530.-)
2.600.000.- (@650.-)
5
5.000 lembar
2.350.000.- (@470.-)
2.850.000.- (@570.-)
6
6.000 lembar
2.520.000.- (@420.-)
3.300.000.- (@550.-)
7
7.000 lembar
2.870.000.- (@410.-)
3.675.000.- (@525.-)
8
8.000 lembar
3.200.000.- (@400.-)
4.000.000.- (@500.-)
9
9.000 lembar
3.510.000.- (@390.-)
4.410.000.- (@490.-)
10
10.000 lembar
3.800.000.- (@380.-)
4.800.000.- (@480.-)
11
20.000 lembar
7.200.000.- (@360.-)
9.200.000.- (@460.-)
12
30.000 lembar
10.500.000.- (@350.-)
13.500.000.- (@450.-)
13
50.000 lembar
17.000.000.- (@340.-)
22.000.000.- (@440.-)
Untuk Art 120 gr, tidak bisa finishing UV varnish
ART PAPER 150 GR
Uk a3 (29.7 x 42cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
1.100.000.- (@1.100.-)
1.800.000.- (@1.800.-)
2
2.000 lembar
1.450.000.- (@725.-)
2.200.000.- (@1.100.-)
3
3.000 lembar
1.800.000.- (@600.-)
2.550.000.- (@850.-)
4
4.000 lembar
2.120.000.- (@530.-)
2.880.000.- (@720.-)
5
5.000 lembar
2.500.000.- (@500.-)
3.250.000.- (@ 650.-)
6
6.000 lembar
2.940.000.- (@490.-)
3.720.000.- (@620.-)
7
7.000 lembar
3.290.000.- (@470.-)
4.200.000.- (@600.-)
8
8.000 lembar
3.680.000.- (@460.-)
4.600.000.- (@575.-)
9
9.000 lembar
4.050.000.- (@450.-)
5.040.000.- (@560.-)
10
10.000 lembar
4.400.000.- (@440.-)
5.500.000.- (@550.-)
11
20.000 lembar
8.600.000.- (@430.-)
10.800.000.- (@540.-)
12
30.000 lembar
12.600.000.- (@420.-)
15.900.000.- (@530.-)
13
50.000 lembar
20.500.000.- (@410.-)
26.000.000.- (@520.-)
Finishing UV varnish tambah Rp. 100,-/ per lembar untuk satu muka, Rp. 200,- per lembar untuk dua muka
ART carton 210 GR
Uk a3 (29.7 x 42cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
1.250.000.- (@1.250.-)
2.000.000,- (@2.000.-)
2
2.000 lembar
1.800.000.- (@900.-)
2.600.000,- (@1.300.-)
3
3.000 lembar
2.250.000.- (@750.-)
3.000.000.- (@1.000.-)
4
4.000 lembar
2.800.000.- (@700.-)
3.500.000.- (@875.-)
5
5.000 lembar
3.250.000.- (@650.-)
4.000.000.- (@800.-)
6
6.000 lembar
3.780.000.- (@630.-)
4.650.000.- (@775.-)
7
7.000 lembar
4.340.000.- (@620.-)
5.250.000.- (@750.-)
8
8.000 lembar
4.800.000.- (@600.-)
5.800.000.- (@725.-)
9
9.000 lembar
5.310.000.- (@590.-)
6.390.000.- (@710.-)
10
10.000 lembar
5.850.000.- (@585.-)
7.000.000.- (@700.-)
11
20.000 lembar
11.500.000.- (@575.-)
13.800.000.- (@690.-)
12
30.000 lembar
17.100.000.- (@570.-)
20.250.000.- (@675.-)
13
50.000 lembar
28.000.000.- (@560.-)
33.250.000.- (@665.-)
Finishing UV varnish tambah Rp. 100,-/ per lembar untuk satu muka, Rp. 200,- per lembar untuk dua muka

Finishing bisa juga Laminating Dop, Laminating Glossy atau Spot UV
Harga bisa berubah sesuai harga kertas di pasaran.

Untuk kegiatan promosi untuk mengenalkan produk suatu perusahaan atau untuk memperkenalkan perusahaan itu sendiri, salah satunya melalui media cetak. Media cetak yang dibuat yaitu, company profile, poster, brosur, leaflet, sticker dan lain-lain. Untuk estimasi harga cetak brosur kami rincikan sebagai berikut:


ART PAPER 120 GR
Uk a5 (15 x 21 cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
2.000 lembar
850.000.- (@425,-)
1.000.000.- (@500,-)
2
4.000 lembar
900.000.- (@225,-)
1.040.000.- (@270,-)
3
6.000 lembar
1.140.000.- (@190,-)
1.320.000.- (@220,-)
4
8.000 lembar
1.300.000.- (@175,-)
1.480.000.- (@185,-)
5
10.000 lembar
1.450.000.- (@145,-)
1.600.000.- (@160,-)
6
12.000 lembar
1.620.000.- (@135,-)
1.800.000.- (@150,-)
7
14.000 lembar
1.750.000.- (@125,-)
1.960.000.- (@140,-)
8
16.000 lembar
1.920.000.- (@120,-)
2.080.000.- (@130,-)
9
18.000 lembar
2.070.000.- (@115,-)
2.250.000.- (@125,-)
10
20.000 lembar
2.200.000.- (@110,-)
2.400.000.- (@120,-)
11
40.000 lembar
4.000.000,- (@100,-)
4.400.000,- (@110,-)
12
60.000 lembar
5.700.000,- (@95,-)
6.000.000,- (@100,-)
13
100.000 lembar
8.500.000,- (@85,-)
9.500.000,- (@95,-)
ART PAPER 120 GR
Uk a4 (21x29.7 cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
850.000.- (@850,-)
1.000.000.- (@1.000,-)
2
2.000 lembar
900.000.- (@450,-)
1.050.000.- (@525,-)
3
3.000 lembar
1.150.000.- (@385,-)
1.300.000.- (@435,-)
4
4.000 lembar
1.300.000.- (@325,-)
1.450.000.- (@365,-)
5
5.000 lembar
1.450.000.- (@290,-)
1.600.000.- (@320,-)
6
6.000 lembar
1.620.000.- (@270,-)
1.770.000.- (@295,-)
7
7.000 lembar
1.750.000.- (@250,-)
1.900.000.- (@270,-)
8
8.000 lembar
1.880.000.- (@235,-)
2.030.000.- (@255,-)
9
9.000 lembar
2.070.000.- (@230,-)
2.200.000.- (@245,-)
10
10.000 lembar
2.200.000.- (@220,-)
2.400.000.- (@240,-)
11
20.000 lembar
3.900.000,- (@195,-)
4.700.000,- (@235,-)
12
30.000 lembar
5.550.000,- (@185,-)
6.450.000,- (@215,-)
13
50.000 lembar
8.750.000,- (@175,-)
10.250.000,- (@205,-)
Untuk Art 120 gr, tidak bisa finishing UV varnish
ART PAPER 150 GR
Uk a4 (21x29.7 cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
900.000.- (@900,-)
1.050.000.- (@ 1.050,-)
2
2.000 lembar
1.100.000.- (@550,-)
1.250.000.- (@625,-)
3
3.000 lembar
1.245.000.- (@415,-)
1.410.000.- (@470,-)
4
4.000 lembar
1.460.000.-(@365,-)
1.600.000.- (@400,-)
5
5.000 lembar
1.625.000.- (@325,-)
1.775.000.- (@355,-)
6
6.000 lembar
1.800.000.- (@300,-)
1.950.000.- (@325,-)
7
7.000 lembar
1.960.000.- (@280,-)
2.100.000.- (@300,-)
8
8.000 lembar
2.160.000.- (@270,-)
2.320.000.- (@290,-)
9
9.000 lembar
2.340.000.- (@260,-)
2.520.000.- (@280,-)
10
10.000 lembar
2.500.000.- (@250,-)
2.650.000.- (@265,-)
11
20.000 lembar
4.600.000,- (@230,-)
4.900.000.- (@245,-)
12
30.000 lembar
6.600.000,- (@220,-)
7.050.000.- (@235,-)
13
50.000 lembar
10.500.000,- (@210,-)
11.250.000.- (@225,-)
Finishing UV varnish tambah Rp. 50,-/ per lembar untuk satu muka,
Rp. 100,- per lembar untuk dua muka
ART PAPER 120 GR
Uk a3 (29.7 x 42cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
1.000.000.- (@1.000,-)
1.750.000.- (@1.750.-)
2
2.000 lembar
1.300.000.- (@625,-)
2.000.000.- (@1.000.-)
3
3.000 lembar
1.575.000.- (@525,-)
2.325.000.- (@775.-)
4
4.000 lembar
2.120.000.- (@530.-)
2.600.000.- (@650.-)
5
5.000 lembar
2.350.000.- (@470.-)
2.850.000.- (@570.-)
6
6.000 lembar
2.520.000.- (@420.-)
3.300.000.- (@550.-)
7
7.000 lembar
2.870.000.- (@410.-)
3.675.000.- (@525.-)
8
8.000 lembar
3.200.000.- (@400.-)
4.000.000.- (@500.-)
9
9.000 lembar
3.510.000.- (@390.-)
4.410.000.- (@490.-)
10
10.000 lembar
3.800.000.- (@380.-)
4.800.000.- (@480.-)
11
20.000 lembar
7.200.000.- (@360.-)
9.200.000.- (@460.-)
12
30.000 lembar
10.500.000.- (@350.-)
13.500.000.- (@450.-)
13
50.000 lembar
17.000.000.- (@340.-)
22.000.000.- (@440.-)
Untuk Art 120 gr, tidak bisa finishing UV varnish
ART PAPER 150 GR
Uk a3 (29.7 x 42cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
1.100.000.- (@1.100.-)
1.800.000.- (@1.800.-)
2
2.000 lembar
1.450.000.- (@725.-)
2.200.000.- (@1.100.-)
3
3.000 lembar
1.800.000.- (@600.-)
2.550.000.- (@850.-)
4
4.000 lembar
2.120.000.- (@530.-)
2.880.000.- (@720.-)
5
5.000 lembar
2.500.000.- (@500.-)
3.250.000.- (@ 650.-)
6
6.000 lembar
2.940.000.- (@490.-)
3.720.000.- (@620.-)
7
7.000 lembar
3.290.000.- (@470.-)
4.200.000.- (@600.-)
8
8.000 lembar
3.680.000.- (@460.-)
4.600.000.- (@575.-)
9
9.000 lembar
4.050.000.- (@450.-)
5.040.000.- (@560.-)
10
10.000 lembar
4.400.000.- (@440.-)
5.500.000.- (@550.-)
11
20.000 lembar
8.600.000.- (@430.-)
10.800.000.- (@540.-)
12
30.000 lembar
12.600.000.- (@420.-)
15.900.000.- (@530.-)
13
50.000 lembar
20.500.000.- (@410.-)
26.000.000.- (@520.-)
Finishing UV varnish tambah Rp. 100,-/ per lembar untuk satu muka, Rp. 200,- per lembar untuk dua muka
ART carton 210 GR
Uk a3 (29.7 x 42cm)
Cetak full colour
NO
Jumlah
Cetak satu muka (Rp.)
Cetak dua muka (Rp.)
1
1.000 lembar
1.250.000.- (@1.250.-)
2.000.000,- (@2.000.-)
2
2.000 lembar
1.800.000.- (@900.-)
2.600.000,- (@1.300.-)
3
3.000 lembar
2.250.000.- (@750.-)
3.000.000.- (@1.000.-)
4
4.000 lembar
2.800.000.- (@700.-)
3.500.000.- (@875.-)
5
5.000 lembar
3.250.000.- (@650.-)
4.000.000.- (@800.-)
6
6.000 lembar
3.780.000.- (@630.-)
4.650.000.- (@775.-)
7
7.000 lembar
4.340.000.- (@620.-)
5.250.000.- (@750.-)
8
8.000 lembar
4.800.000.- (@600.-)
5.800.000.- (@725.-)
9
9.000 lembar
5.310.000.- (@590.-)
6.390.000.- (@710.-)
10
10.000 lembar
5.850.000.- (@585.-)
7.000.000.- (@700.-)
11
20.000 lembar
11.500.000.- (@575.-)
13.800.000.- (@690.-)
12
30.000 lembar
17.100.000.- (@570.-)
20.250.000.- (@675.-)
13
50.000 lembar
28.000.000.- (@560.-)
33.250.000.- (@665.-)
Finishing UV varnish tambah Rp. 100,-/ per lembar untuk satu muka, Rp. 200,- per lembar untuk dua muka

Finishing bisa juga Laminating Dop, Laminating Glossy atau Spot UV
Harga bisa berubah sesuai harga kertas di pasaran.

Kartu Undangan

| Be the first to comment!
Undangan adalah sebuah ajakan berbentuk selebaran atau surat, yang biasanya digunakan untuk mengajak orang-orang agar menghadiri suatu acara tertentu. Undangan merupakan suatu yang harus ada ketika membuat sebuah acara, agar orang-orang yang diundang tersebut mengetahui acara yang akan diadakan.

Undangan harus dibuat semenarik mungkin agar penerima undangan merasa senang dan kagum, saat ini banyak sekali jasa-jasa pembuatan undangan yang sudah professional. Mereka biasanya menerima dan membuat undangan dengan desain yang sudah ditentukan oleh pemesan undangan.

Macam & jenis undangan secara umum & unik:

Kartu Ulangan Siswa
Aqiqah
Berkat Bayi
Sukuran Nikah
Undangan Amplop Coklat
Undangan Pasta Gigi
Undangan Uang
Undangan Kerajaan
Undangan Koran
Undangan Go Green
Undangan SIM
Undangan Facebook

Undangan adalah sebuah ajakan berbentuk selebaran atau surat, yang biasanya digunakan untuk mengajak orang-orang agar menghadiri suatu acara tertentu. Undangan merupakan suatu yang harus ada ketika membuat sebuah acara, agar orang-orang yang diundang tersebut mengetahui acara yang akan diadakan.

Undangan harus dibuat semenarik mungkin agar penerima undangan merasa senang dan kagum, saat ini banyak sekali jasa-jasa pembuatan undangan yang sudah professional. Mereka biasanya menerima dan membuat undangan dengan desain yang sudah ditentukan oleh pemesan undangan.

Macam & jenis undangan secara umum & unik:

Kartu Ulangan Siswa
Aqiqah
Berkat Bayi
Sukuran Nikah
Undangan Amplop Coklat
Undangan Pasta Gigi
Undangan Uang
Undangan Kerajaan
Undangan Koran
Undangan Go Green
Undangan SIM
Undangan Facebook

Packaging/Kemasan

| Be the first to comment!

Packaging/kemasan, diartikan secara umum adalah bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan, terhadap benda lain. Setiap bentuk barang benda yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan packaging/kemasan sejauh hal tersebut memang melindungi isinya. 

Untuk menampilkan image dan pandangan terhadap suatu isi produk, maka packaging biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik. 

Untuk membuat suatu packaging/kemasan tidak hanya tergantung dari beberapa material saja, tetapi banyak berbagai jenis material yang bisa digunakan. Disini saya mencoba uraikan sedikit mengenai berbagai jenis packaging dari berbagai jenis material yang biasa di saya gunakan untuk produk consumer goods, bidang kosmetik khususnya.


Packaging/kemasan, diartikan secara umum adalah bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan, terhadap benda lain. Setiap bentuk barang benda yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan packaging/kemasan sejauh hal tersebut memang melindungi isinya. 

Untuk menampilkan image dan pandangan terhadap suatu isi produk, maka packaging biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik. 

Untuk membuat suatu packaging/kemasan tidak hanya tergantung dari beberapa material saja, tetapi banyak berbagai jenis material yang bisa digunakan. Disini saya mencoba uraikan sedikit mengenai berbagai jenis packaging dari berbagai jenis material yang biasa di saya gunakan untuk produk consumer goods, bidang kosmetik khususnya.

Copyright © 2013 Naga Mandiri | Global Printing Solution. Bloggerized by Naga Mandiri Printing converted by BloggerTheme9
back to top